Geruduk KLHK, IPMKU: Usut Tuntas Dugaan Kejahatan Lingkungan PT. BM

  • Whatsapp
Masa IPMKU - Jakarta sedang melakukan Aksi Demonstrasi
banner 468x60

MAINKATA.ID. Jakarta ll Ikatan Pemuda Mahasiswa Konawe Utara – Jakarta (IPMKU-Jakarta) geruduk Kementrian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan (KLHK) terkait dugaan kejahatan lingkungan yang dilakukan oleh PT. Bosowa Mining yang beroperasi di Desa Lameruru, Kec. Langgikima, Kab. Konawe Utara (Konut), Prov. Sulawesi Tenggara (Sultra). Senin, (25/7/22).

Didalam tuntutan, mereka meminta Ditjen Penegakan Hukum Lingkungan Hidup Dan Kehutanan (Gakkum KLHK) agar segera menghentikan kegiatan pertambangan PT. Bosowa Mining yang diduga telah melakukan pencemaran lingkungan dan menyebabkan tercemarnya sumber mata air masyarakat Kec. Langgikima.

Bacaan Lainnya
banner 300250

Pandi Bastian, Ketua Umum IPMKU-Jakarta, dalam orasinya menyampaikan bahwa berdasarkan hasil investigasinya beberapa waktu yang lalu, pihaknya menemukan adanya kerusakan lingkungan yang sangat parah dan berbahaya akibat aktifitas pertambangan dari PT. Bosowa Mining.

“Sebagai putra daerah Konut kami sangat menyayangkan terkait pencemaran lingkungan itu, hal tersebut merupakan kelalaian pihak perusahaan. Dimana, sebelum melakukan kegiatan mereka tidak memperhatikan serta mempertimbangkan dampak lingkungan yang akan ditimbulkan, beberapa minggu yang lalu juga kami telah turun investigasi dilokasi tersebut, sehingga mereka tidak bisa berspekulasi dikarenakan bukti bukti telah kami kantongi” ucapnya dengan nada tegas.

Masa aksi juga meminta agar Gakkum KLHK membentuk Tim investigasi untuk turun ke lokasi pertambangan PT. Bosowa Mining sebelum pencemaran lingkungan tersebut semakin parah dan menimbulkan korban.

“Perusahaan tersebut telah lama beroperasi di wilayah Blok Morombo sehingga kami menduga pencemaran lingkungan tersebut telah berlangsung lama dan terjadi sejak tahun 2019. Jadi, kondisi terkini sumber mata air masyarakat Kec. Langgikima sudah tidak bisa digunakan karena sedimentasi lumpur.” ungkapnya saat diwawancarai.

Tambahnya, ironisnya pihak perusahaan sampai saat ini belum ada itikad baik untuk melakukan pembenahan terkait pencemaran yang terjadi, sementara sungai tersebut merupakan daerah aliran sungai (DAS), sehingga hal itu telah kami sampaikan kepada Gakkum KLHK agar secepatnya memberikan sanksi administratif maupun sanksi pidana kepada pimpinan PT. Bosowa Mining.

Lebih Lanjut, Aktivis mudah Konawe Utara, Pandi, menduga aktifitas PT. Bosowa Mining telah melanggar UU No. 32 Tahun 2009, Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH), pada pasal 104 UU PPLH.

“Tentuhnya hal tersebut sangat bertentangan dengan Undang Undang dan pidananya juga jelas, yakni setiap orang yang melakukan dumpling limbah dan/atau bahan ke media lingkungan hidup tanpa izin sebagaimana dimaksud dalam pasal 60, di pidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Tiga Miliar Rupiah, untuk itu hal ini harus segera ditindak sesuai peraturan yang berlaku negeri ini.” jelasnya.

Ditempat yang sama, Surya Abdulyani Kepala Bagian Hubungan antar lembaga dan Biro Humas Ditjen Gakkum KLHK saat menerima perwakilan masa aksi di gedung KLHK menyampaikan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti serta memproses tuntutan tersebut.

“Kami terima tuntutan teman-teman, sebagai atensinya segera akan saya sampaikan kepada pimpinan. Nanti jika ada hal yang perlu dilengkapi atau ditambahkan, akan kami konfirmasi,” imbuhnya.

Hingga berita ini terbit, awak media belum mendapatkan akses untuk meminta klarifikasi kepada pihak terduga.

 

Reporter: Habrianto

 

 

 

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.