MOROMBO NASIBMU KINI…!

  • Whatsapp
Penulis : Eni Samayati (Akademisi)
banner 468x60

PEMUDA sebagai Agen of Change sudah seharusnya memberi cahaya agar warna-warni dapat terlihat dengan begitu indah, kilauan yang begitu didambakan bagi semua orang dapat dirasakan manfaatnya untuk kemaslahatan bersama. Dahulu begitu indah wajahmu, kilauanmu, pesonamu, dengan sejuta impian sehingga dimasa depan keindahanmu masih bisa dinikmati bagi penjagamu.

MOROMBO NASIBMU KINI, tiada lagi keindahan maupun kilauanmu yang akan dinikmati maupun dirasakan, yang ada hanyalah bongkahan berlian yang diperebutkan walau harus mengorbankanidealisme yang selama ini menjadi permata yang dibanggakan.

Bacaan Lainnya
banner 300250

MOROMBO tubuhmu kini dimutilasi dibagi oleh para pemuja, entah sampai kapan mereka akan berhenti menjadikanmu santapan.

MOROMBO adalah salah satu wilayah yang berada di Kabupaten Konawe Utara yang berbatasan langsung antara Sulawesi Tengah dengan Sulawesi Tenggara yang menjadi salah satu wilayah penambangan besar dengan puluhan perusahaan.

MOROMBO dikelilingi pegunungan, tapi kini gunung-gunung itu sudah mulai tak terlihat, pepohanan di tumbangkan dengan begitu mudah, bulldozer berbaris disepanjang hutan.

Sementara disekitar rumah-rumah berpesta pora tiada lagi harapan, yang ada hanya menunggu sesosok manusia setengah dewa untuk memberi minimal janji walau itu hanyalah fatamorgana karena untuk menghentikan sangat tidak mungkin, karena hanyalah Sang Kholiq yang bisa menghentikannya.

Setiap hari jutaan kubik yang dikeruk, para penguasa hanya duduk merasakan kursi empuknya, sementara pengusaha sibuk menghitung cuan hasil kerukan. Disisi lain, masyarakat hanya menjadi penonton truck-truck yang healing setiap jamnya dengan menunggu recehan upah dari menghirup debu.

Mencari pemodal dengan alibi penyerapan tenaga kerja itu menjadi alasan, sementara analisis dampak lingkungan di kesampingkan agar izin lancar, ketika perusahaan beroprasi yang banyak menikmati TENAGA KERJA ASING wakil rakyat hanya manggu-manggut ketika reses.

Pesta demokrasi akan segera tiba, panen akan menjadi rebutan, rakyat akan dijadikan ratu dan raja, setelah pesta berlalu langkahnya pun akan hilang disapu angin.

Wahai, PEMUDA yang katanya sebagai Agen of Change jangan larut dalam mimpi, masa depan menantimu untuk memberi setitik cahaya yang akan menerangi hingga sampai pandangan matamu tak menemukan ujungnya. Rumahmu adalah milikmu orang lain hanya bisa menjadi tamu bukan untuk memilikinya maupun seenaknya mengambil yang sudah menjadi hakmu.

Ketahuilah SULAWESI TENGGARA kini menjadi mercusuar para pencari CUAN.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.